Tentang Web 2.0

Sampai saat ini belum ada definisi tegas mengenai batasan Web 2.0 atau web generasi penerus dari generasi awal. Banyak yang menyebut bahwa Web 2.0 pada prinsipnya adalah penggunaan web sebagai plat form aplikasi. Artinya aplikasi yang dijalankan berada pada web sehingga di komputer yang kita gunakan tidak perlu memasang aplikasi office misalnya. Kita cukup memasang browser dan saat kita terhubung ke Internet maka di sana sudah tersedia aplikasi office, suatu aplikasi yang populer digunakan oleh banyak orang dari berbagai disiplin ilmu.

Data atau dokumen yang dihasilkan oleh aplikasi office online, sebutan untuk aplikasi yang berjalan pada plat form web, juga disimpan di web. Jika kita ingin mengedit lagi di lain waktu, kita tidak harus menggunakan komputer yang sama, karena data ada di Internet dan kita dapat menggunakan komputer yang tersambung ke Internet dari manapun tempatnya. Ada yang menyebut bahwa Web 2.0 bertumpu pada data yang diisi oleh pengguna berarti parsipasi pengguna menjadi sangat penting.

Dengan pengertian tersebut maka sebelum heboh Web 2.0, banyak aplikasi yang menggunakan model tersebut, yaitu aplikasi dan data ada di web (server). Misalnya contoh yang paling dekat dengan mahasiswa MIPA UGM adalah moodle. Aplikasi ini digunakan untuk pelaksanaan pembelajaran online dan di MIPA UGM sendiri dinamai Kuantum Gama. Di moodle pengguna dapat mengisi materi kuliah dengan menggunakan editor yang mirip dengan aplikasi office sederhana. Data disimpan di web dan dapat dikelola dengan mudah. Pada waktu itu orang tidak ribut-ribut untuk menyebut moodle sebagai aplikasi Web 2.0. Contoh yang lebih sederhana adalah pengisikan komentar pada halaman web yang menyediakan fasilitas komentar atau tanggapan.

Maraknya AJAX, yang memungkinkan client script untuk berkomunikasi langsung dengan server, menjadikan Web 2.0 banyak diasosiasikan dengan AJAX, karena aplikasi Web 2.0 banyak yang menggunakan AJAX. Namun demikian AJAX dan Web 2.0 tidak sama. Dengan adanya AJAX maka konsep Web 2.0 menjadi lebih banyak dinamikanya, karena dengan AJAX dimungkinkan pemutakhiran informasi dapat dilakukan pada bagian tertentu saja dari halaman web, tidak harus satu halaman penuh. Fungsi ini sangat cocok untuk penulisan naskah dalam aplikasi Web 2.0 karena saat dilakukan pengubahan pada suatu bagian, maka hanya bagian tersebut saja yang perlu diinformasikan ataupun dimutakhirkan datanya dari server. Berikut adalah Gambar peta Web 2.0 yang dimuat di http://www.oreillynet.com.

Jadi Web 2.0 definisinya masih berkembang dan teknologi lamapun dapat digunakan untuk membangun Web 2.0.

Sepenting apakah pengklasifikasiannya?

Bagi pengguna mungkin tidak begitu penting klasifikasi ini karena dari sisi pengguna lebih mementingkan apa yang dapat dilakukan dengan aplikasi tersebut. Jadi kalau ada aplikasi office online, dapat dianggap sebagai versi lain dari MS Office atau OpenOffice atau sejenisnya. Kalau aplikasi office biasanya jalan di Windows atau Linux, aplikasi office online jalan di web. Dari sisi pemrogram karena konsepnya berbeda dengan aplikasi desktop (offline) maka bekal ilmu yang harus dipeljaripun berbeda atau lebih tepatnya bertambah. Gambar berikut diambil dari http://ajaxian.com/archives/how-to-tell-the-difference-between-web-10-and-web-20, yang memperlihatkan contoh cara menunjukkan perbedaan antara Web 1.0 dan Web 2.0 🙂

Apa kelebihan dan kekurangan web 2.0?

Dengan adanya Web 2.0 yang memungkinkan semua pengguna saling memberi masukan maka terjadi pengumpulan informasi yang sangat banyak (contoh Wikipedia). Karena tidak ada (jarang) yang melarang untuk menulis apapun maka terjadi demokratisasi dalam dunia digital. Karena sumber informasinya banyak maka orang dengan mudah dapat mencari informasi yang lebih lengkap dan berimbang, tidak hanya dari satu arah saja. Dengan demikian orang dengan dapat lebih tepat mengambil keputusan. Contoh yang mudah adalah sekarang di Internet kita dapat membaca surat kabar, sebagai sumber berita, dari banyak negara dengan mudah. Informasi yang beragam dapat saling melengkapi.

Kekurangan dari Web 2.0 adalah karena sifat terbukanya. Mungkin kita sudah menerapkan pengamanan. Namun karena kebanyakan kita menaruh data di server gratisan maka kita tidak bisa menuntut kalau data hilang atau sistem down. Web 2.0 juga menjadikan pengguna sangat tergantung pada Internet sehingga jika akses Internet putus pengguna tidak mempunyai alternatif lain. Pada aplikasi yang berat membutuhkan bandwidth yang besar, mungkin pada awalnya saja, sehingga untuk Indonesia terasa kurang cocok menggunakan aplikasi Web 2.0 yang berat-berat.

Dampak apa yang diberikan web 2.0 pada dunia Internet saat ini?

Dampak baiknya adalah banyak informasi terkumpul dengan begitu cepat karena ditulisa oleh sekian banyak pengguna Internet seperti yang terjadi pada Wikipedia atau Weblog. Selain itu jika aplikasi Web 2.0, office misalnya, dapat berjalan dengan lancar maka kita tidak perlu memasang aplikasi tersebut di lokal. Akibat lainnya adalah pada penggunaan bandwidth, makin banyak aplikasi yang berat, makin penuh jalur lalu lintas data di Internet. Pada akhirnya diperlukan peningkatan bandwidth. Dampak Internet secara umum yang berhubungan dengan pertukaran data adalah dengan mudahnya orang saling bertukar berkas audio ataupun video ataupun berkas-berkas yang seharusnya rahasia perusahan atau tempat kerja. Kemudahan itu mengakibatkan mudahnya pula orang melanggar hak cipta ataupun pembajakan produk. Oleh karena itu kita perlu menyikapi perkembangan atau kemajuan teknologi dengan bijaksana. Kita harus hati-hati untuk memunculkan informasi ataupun berkas ke Internet, dengan sebelumnya meneliti merenungkan apakah yang kita perbuat itu dapat menguntungkan orang lain. Janganlah kita lakukan jika hal ini dapat menimbulkan kerugian orang banyak.

—***—
This entry was posted in Pemrograman and tagged , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Tentang Web 2.0

  1. Pingback: more from this author more info check here

  2. artikel yang begitu bagus , ayo beli nvr di tempat kami.

  3. cctv jogja says:

    sangat penting artikel ini , kami adalah supplier cctv terbaik di jogja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *